Showing posts with label Cerita Berhikmah. Show all posts
Showing posts with label Cerita Berhikmah. Show all posts

Monday, February 9, 2015

Pemenang Kehidupan

Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.

“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Sahabat, Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.


“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat”.

Sumber : iphincow.com

Thursday, February 5, 2015

Belajar Sabar dari Buah Mengkudu

Tak banyak buah yang punya pengalaman buruk seperti pace. Sebelum tahun sembilan puluhan, buah yang biasa disebut mengkudu ini nyaris tak punya kebanggaan sedikit pun. Jangankan manusia, kelelawar pun tak sudi mencicipi. Selain baunya apek, rasanya pahit. Pahit sekali!

Belum lagi dengan bentuk buah yang aneh. Bulatnya tidak rata, dan kulit buah ditumbuhi bintik-bintik hitam. Warnanya juga tidak menarik. Mudanya hijau, tuanya pucat kekuning-kuningan. Berbeda jauh dengan apel, jeruk, mangga, dan tomat. Selain kulitnya mulus, warnanya begitu menarik: hijau segar, merah, dan orange.

Sedemikian tidak menariknya pace, orang-orang membiarkan begitu saja buah-buah pace yang sudah masak. Pace tidak pernah dianggap ketika muda, tua; dan di saat masak pun dibiarkan jatuh dan berhamburan di tanah; membusuk, dan kemudian mengering. Pace sudah dianggap seperti sampah.

Kalau saja pace bisa bicara, mungkin ia akan bilang, "Andai aku seindah apel merah. Andai aku seharum jeruk. Andai aku semolek tomat!" Dan seterusnya.

Perubahan besar pun terjadi di tahun sembilan delapan. Seorang pakar tumbuhan menemukan sesuatu yang lain dari pace. Kandungan buahnya ternyata bisa mengobati banyak penyakit: kanker, jantung, tulang, pernafasan, dan lain-lain. Orang pun memberi nama baru buat pace, morinda citrifolia.

Sejak itu, pace menjadi pusat perhatian. Ia tidak lagi diacuhkan, justru menjadi buruan orang sedunia. Kini, tidak ada lagi pace masak yang dibiarkan jatuh dan berhamburan. Ia langsung diolah dengan mesin canggih higienis, dan masuk golongan obat mahal. Kemuliaan pace sudah jauh di atas apel, jeruk, apalagi tomat.
**

Jalan hidup kadang punya rutenya sendiri. Tidak biasa, lompat-lompat, curam dan terjal. Seperti itulah ketika realitas kehidupan memperlihatkan detil-detilnya yang rumit.

Di antara yang rumit itu, ada kebingungan menemukan tutup peti potensi diri. Semua menjadi seperti misteri. Ada yang mulai mencari-cari, membongkar peti; bahkan ada yang cuma menebak-nebak sambil tetap berpangku tangan. Dalam keputusasaan, orang pun mengatakan, "Ah, saya memang tidak punya potensi." Seribu satu kalimat pengandaian pun mengalir: andai saya…andai saya…andai saya, dan seterusnya.

Kenapa tidak berusaha sabar dengan terus mencari-cari pintu peti potensi. Kenapa tidak mencari alat agar peti bisa terbongkar. Kenapa cuma bisa menebak kalau peti potensi tak berisi. Kenapa cuma diam dan menyesali diri. Padahal boleh jadi, kita bisa seperti pace yang punya potensi tinggi. Sayangnya belum tergali. (mnuh)


Sumber : eramuslim.com

Belajar Gila Baca dari Orang Rusia

Banyak cara untuk menikmati hidup ini, ada yang suka jalan-jalan, membaca, bersepeda, kemping, diskusi dan lain sebagainya. Nah kalau di Rusia tak semuanya bisa dilakukan secara bebas, artinya tidak bisa dikalukan kapan saja, misalnya untuk bersepeda dan kemping, ini paling bisa dilakukan pada saat musim panas, kalau musim dingin, jangankan di ruangan terbuka, di dalam rumah saja kedinginan!

Makanya di Rusia atau di negara-negara yang punya empat musim, selama musim panas mereka libur tiga bulan penuh! Herannya mereka bisa sukses ya dalam hidupnya dan mereka bisa maju, padahal libur sekolah atau kuliahnya banyak sekali. Nah di kita, Indonesia, begitu banyak hari belajar dan begitu banyak jenis pelajarannya, mau maju saja susahnya minta ampun!

Nah jalan-jalan di awal musim semi memang mengasikkan, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, ya maklum namanya Moskow, iklimnya ada empat, tapi dinginnya lebih banyak, masih musim semi dingin belum hilang, baru masim gugur dingin mulai terasa, apalagi dimusim dinginnya, yang minusnya bisa mencapai 30 derajat C! Anda bisa bayangkan sendiri. Nah selagi masuk ke musim semi saya ajak anda jalan-jalan, oke.

Musim semi telah tiba, namun udara masih tetap dingin, suhu masih labih naik dan turun, namun sudah berada diatas nol alias plus, dan alhamdulillah Minggu tanggl 3 April 2011 yang lalu suhu mendadak naik dan langsung berada dikisaran 14 derajat C dan matahari telah bersinar seterang-terangnya, namun hembusan angin utara masih menggigilkan, namun sekali lagi matahri menjanjikan untuk bersepeda! Iya hoby saya bersepeda, nah ini kesempatan yang harus di isi, untuk menggerakan otot-otot yang hampir enam bulan membeku!

Walau angin masih behembus kencang, apa bulat, matahari di atas sana sedang tersenyum menggoda, ayo ke luar! Iya matahari mengajak saya untuk ke luar rumah, oke deh! Selesai lapor padaNya di waktu dzuhur saya siap-siap dengan ” peralatan tempur”, tas punggung yang isinya paling tidak ada buku, atau atau dua buku. Loh kok mau jalan-jalan bawa buku? Iya, kan hobi saya membaca, jadi buku itu selalu saya bawa ke mana-mana. Apa lagi isi tasnya? Sebotol air putih, jus atau yogurt dalam kemasan botol yang biasa di letakan di samping tas punggung kiri atau kanan.

Dan apa lagi, ini yang penting, jaket, walau ada matahari seterang-terangnya, namun ini masih musim semi, di musim semi matahari’”suka berbohong!” Iya, ada matahri tapi tetap dingin! Lain dengan di Indonseia, ada matahari yakin, panas! Di Rusia ada matahari belum tentu panas! Nah makanya walau ada matahari tetap harus pakain berlapis empat! Mending berepot-repot ketimbang sakit, setuju?

Setelah “perlengkapan tempur” selesai, saya turun dari rumah mengambil sepeda yang di parkir di pojok apartemet, yang memang disediakan pihak pengelola untuk tempat parkir sepeda khusus yang di atasnya dikasih atap agar tak kehujanan dan tak tertimpa salju.

Apa yang terjadi kawan? Aha itu sepeda penuh dengan debu dan sepeda yang satunya malah berkarat! Oke esktra keras untuk membersihkannya dan memompa bannya yang kempes, ya normal saja, sejak mulai musim gugur tahu lalu sampai musim semi tahun ini sepeda itu teronggok di tempat parkir!
Singkat kata sepeda bersih kembali dan bannya sudah oke, dan sayapun meluncur ke utara!

Dan di taman Oktober yang memang tak jauh dari apartemet saya tinggal, anak-anak dan pemuda sudah asyik berjumping ria dengan sepedanya masing-masing, sepatu roda dan skyboardnya tak mau ketinggalan, kehidupan di taman sudah menggeliat lagi. Setelah men shoot mereka saya terus ke utara ke jalan Yakimanka, di ujung pertigaannya saya tertarik pada iklan di sebuah halte, nah dari sinilah tulisan berawal! Saya tak cerita tentang jalan-jalannya, itu nanti di lain waktu.

Saya tertarik dengan iklan di halte, yang kalau dibaca dengan pengertian bebas seperti ini: ” Bacalah buku! Tidak membuat tinggi, tidak membuat rendah, tapi (menjadi) pinter!” Saya langsung teringat dengan tulisan saya: “Gila baca orang Rusia” nah ternyata semakin membuat saya tertarik pada iklan ini, setelah saya ambil gambarnya, saya ke utara lagi, ya sambil santai saja, pemanasan setelah hampir enam bulan tidak bersepeda!

Di taman setelah melawati anak sungai Moskow yang terdapat pohon gembok saya langsung ke tamannya, nah ini dia , benar-benar Rusia gila baca, di tengah suhu yang masih dingin enak sja mereka duduk sambil membaca!

Ya tentu dengan pakai jaket, agar udara yang masih dingin mengganngu kosentrasi membaca. Baca, baca dan bacalah! Seperti ilan di atas”Bacalah buku!” Coba untuk mendorong warganya, untuk membacapun sampai diiklankan, padahal untuk membayar iklan tidak murah, apa lagi kalau ditempat yang strategis, makin strategis tempatnya, bayar iklannya semakin mahal!

Dan hebatnya lagi di Rusia, hampir setiap rayon atau setingkat kecamatan ada perpustkaan, jadi jangan heran kalau dalam jarak radius ratusan meter ada perpustakaan! Ini untuk mendorog warganya cinta membaca dan diusahakan harga bukunya terjangkau oleh masyarakat luas, makanya buku-bukunya yang tebal-tebal harganya relatif murah dan karya-karya penulis dunia saat sedang Best Seller di negara tempat asalnya,di Rusia dua tiga minggu kemudian sudah beredar!

Dan kawan ada yang lebih mengasikan di taman yang saya kunjungi ini, dan benar-benar gila deh ni Rusia, lagi pancaranpun membaca buku! Coba itu anak muda, sedang asik-asik memadu cinta, tapi buku tak ditinggalkan!

Bahkan menjadi bahan yang mengasikkan, sehingga bisa saja mereka berjam-jam duduk ditaman dengan sang kekasih ditemani buku! Ya buku dan buku yang dibacanyapun tak mesti novel-novel cengeng yang menguras air mata, terlihat dari sampul luarnya yang berwarna merah, tak terlihat gambar!

Ini uniknya orang Rusia, mereka membaca betul-betul karena isinya, bukan cover luarnya! Makanya andapun jangan heran kalau ketika melihat orang Rusia, bukunya sudah bagus, tapi sampulnya kertas koran! Apa lagi ketika komunis, jangan mimpi ketemu sampul buku plastik yang manis dan ketemu solatif yang bening, tak ada itu, tak ada ceritanya!

Rusia dalam membaca sudah sampai tarap isi, bukan kulit! Mungkin lain dengan kita orang Indonesia, kalau cover luarnya tak menarik, walau di lihat dari judulnya bagus, mungkin buku tersebut tak disentuh! Iya, kita masih tarap kulit, belum isi! Coba aja anda lihat yang sedang rame sekarang, gedung DPR mau di buat megah, padahal isi kalau kata Gus Dur” Anak TK!”

Dan itu bukan omong kossong, masa anggota di lembaga yang terhormat, diskusi seperti anak-anak, saling caci maki, bahkan gontok-gontokan, lebih konyol lagi di tingkat DPRD sampai ada yang tewas! Buat malu saja! Itulah kalau lebih mementingkan kulit dari isi! Nah keadaan seperti itu terlihat juga dengan cara membacanya!

Atau jangan-jangan anggota lembaga terhormat itu tak suka membaca, yang dibaca hanya bahan rapat, tak ada tambahan wawasan, atau jangan-jangan bahan rapatpun tak dibaca, sehingga salah pengertian diantara mereka dan akhir persis seperti apa yang dikatakan Gus Dur Almarhum, “mereka seperti anak TK” Lucunya, anggota DPR kan berganti, tapi tingkahnya kok sama ya? Ah sudahah, kita hanya dapat mendoakan semoga mereka sadar, bahwa ketika mereka duduk di kursi DPR itu bukan pribadi mereka, tapi wakil rakyat!

Kembali ke buku, “Bacalahlah dengan nama Tuhanmu!” Firman Tuhan yang pertama itu manusai disuruh baca, diperintahkan untuk membaca! Dan Rusia menjabarkannya dalam iklan di atas” Bacalah buku!” Nah jelas sekali, bukulah yang membuat masyarkat disuatu bangsa akan semakin cerdas, kewajiban negaralah untuk mencerdaskan bangas sebagi tercantum dalam pembukaan UUD 1945, dengan demikian agar rakyat mampu membaca diadakan wajib belajar, setelah belajar perlu buku, agar buku terjangkau buatlah harga buku itu murah!

Turunkan pajak-pajak yang membuat harga buku menjadi mahal! Kasihan anak-anak sekolah yang harus merengek-rengek pada orang tuanya untuk minta dibelikan buku dan orang tua hanya angkat tangan, jangankan untuk membeli buku, makan saja susah!

Mari cerdaskan rakyat kita dengan buku, mari cerdaskan rakyat kita dengan buku yang terjangkau harganya, mari cerdaskan rakyat kita dengan budaya membaca, mari cerdaskan rakyat kita dengan bacaan yang bermutu, bukan tontonan, tapi tuntunan!

Rakyat tidak akan cerdas, bila tak mau membaca! Dan rakyat tak bisa membaca kalau tak ada buku! Dan buku tak akan terbeli kalau harganya tak terjangkau! Agar harga terjangkau kurang segala macam pajak yang menyebabkan harga buku menjadi mahal dan tak terjangkau oleh rakyat kebanyakan!

Ayo bangkitlah bangsaku, “Bacalah buku, tidak menyebabkan tinggi(hati) alias sombong dan tidak menyebabkan rendah(diri) alias minder, tapi(menjadi) pinter! ” begitu pesan dalam iklan di sebuah halte di Rusia, di Moskow, di negara yang sudah maju, tapi tetap terus memompakan semangat warganya untuk terus menerus membaca, karena tanpa membaca, suatu peradaban akan mati dan suatu negara bisa saja bubar!

Jangan lupa Rusia tanggal 12 April 2011 memperingati 50 tahun manusia pertama ke angkasa, Yuri Gagarin! Dan Rusia tak akan pernah berhasil menaklukan angkasa kalau mereka tak pernah membaca buku!

Ya membaca adalah kunci membuka dunia, jangankan dunia, akherapun bisa diketahui dengan membaca, tentu kalau kita yang Islam ya lewat membaca Al Qur’an dan membaca hadist nabi. Bacalah dengan nama Tuhanmu! Itu perintah pertama sekaligus wahyu pertama dalam al Qur’an, jadi orang Islam itu mendapat perintah pertama bukan sholat, puasa atau haji, tapi membaca! Karena dengan membaca sholat, pauas, haji serta ibadah lainnya sudah dilengkapi ilmu, bukankah ibadah tanpa ilmu, keledai membawa buku, kehilangan makna!

Bacalah bukumu, bacalah buku mereka, bacalah buku dunia, bacalah buku akherat dan bacalah seluruh buku yang menjadi jendela pengetahuan apa saja. Tanpa membaca ibarat kaca mata kuda, panadangan hidup jadi sempi dan satu arah, kurang variasi dan kurang wawasan. Dan uniknya semakin banyak buku yang kit abaca, semakin banyak yangbelum kita ketahui.

Makanya biasanya orang yang sering membaca atau hobinya membaca, mereka semakin rendah hati, semakin merunduk dan semakin tawadu. Karena menyadari betul, bahwa ilmu pengetahuan yang dimilikinya sangat amat kecil.

Dan benar apa yang difirmankanNya, bahwa ilmu Allah kalau mau ditulis semuanya tak akan pernah selesai, seluruh samudera dijadikan tinta dan seluruh hutan dijadikan alat tulisnya di tambah lagi dengan tujuh samudera dan ditambah lagi dengan seluruhh hutan yang ada di dunia dijadikan tinta dan alat tulisnya, ilmu Allah tak akan pernah selesai ditulis. Silahkan anda buktikan, sudah sekian banyak judul buku di seluruh dunia, bukan jutaan, bahkan bisa milyaran judul di seluruh dunia, namun tak pernah kedengaran ada berita penerbitan buku dihentikan, karena ilmu Tuhan yang mau digali sudah habis!

Ya membaca sebuah kegiatan unik, makin dibaca buku, makin banyak yang belum diketahui. Semakin banyak yang dibaca, semakin haus akan ilmu. Itulah membaca, apa lagi kalau membacanya dengan dia, bisa teman, bisa sahabat, bisa kekasih, bisa suami atau istri. Ya membaca bis adijadikan arena untuk diskusi, bisa dijadikana sarana untuk menambah keakraban dengan sesame. Dengan membaca juga bisa menambah kawan, karena ketika bicara suatu masalah dengan orang lain langsung”nyambung”!
Jadi apasih hikmahnya membaca? Banyak sekali dianatranya sebagai berikut:

Pertama, membaca jelas menambaha pengetahuan, ini tak bisa dipungkiri oleh siapapun, semakin banyak orang membaca semakin tambah pengetahuannya. Yang tadinya sesuatu tidak diketahui, maka dengan membaca sesautu itu diketahui, tanpa orang lain member tahu.

Kedua, membaca buku palaing praktis, buku bisa anda bawa kemana saja, tanpa protes! Buku bisa dibawa dan dibaca kemana saja, kapan saja dan oleh siapa saja, tanpa membedakan pangkat, golongan, jabatan, suku, bangsa, agama dan sebagainya. Buku itu netral, nilai postif dan negatifnya tergantung pada apa yang dibaca oleh manusia.

Ketiga, buka adalah sehabat, teman dan guru yang paling bijak, apapun masalah yang dihapi manusia, dengan bukan ada solusinya, buku bisa memecahkan segala masalah yang ingin diketahui manusia. Karena buku adalah kumpulan dari berbagai macam pemikiran manusia sedunia dan anda bisa “bertemu” dengan professor manapun di dunia dengan buku!

Keempat, buku merupakan sarana yang paling praktis untuk membuka jendela dunia, bahkan jendala akherat. Anda bisa mengetahui sesuatu apapun, baiak tentang dunia maupun akherat tanpa harus keliling dunia atau mati lebih dahulu. Iyakan? Masa untuk mengetahu azab kubur, surga dan neraka, kita harus mati dulu? Sedangkan dlam sejarah, tak pernah kita mengetahui bahwa manusia bisa hidup setelah mati dan mengabarkan tentang azab kubur!

Kelima, buku merupakan sarana yang paling hebat dan paling mudah untuk mengetahui sesuatu, walaupun sudah ada internet, tapi internet punya kelemahan tak bisa dibawa ke dalam hutan atau naik kepuncak gunung!


Sumber : eramuslim.com/oase-iman

Sunday, September 23, 2012

Kisah inspirasi


kisah nyata, Disebuah desa yang subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara.

Sang kakak telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ktka panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yg mendapat bagian lebih banyak karena
 dia hi
dup dengan istri dan kedua anaknya.

"Maka dimalam yang sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".

Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih bnyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."

Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan.

Masing2 mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu ber urai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara.

Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara saudara.

Tuhan telah menanamkan cinta pada hati mereka yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mereka.

Tuhan tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.

Tuhan tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan orang lain...!

Thursday, July 28, 2011

Lentera hati

1.    Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.
Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.

2.    Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.
Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

3.    Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”
Sedangkan guru Bijak akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”
Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4.    Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”
Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5.    Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”
Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!
Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.

6.    Si A : “Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.

7.    Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.
Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”
Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

8.    Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

9.    Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.
Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”
Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

10.  Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.

Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

Thursday, July 21, 2011

ISTANA SORGAK: DIBALIK KEGAGALAN KESUKSESAN TERBENTANG

DIBALIK KEGAGALAN JALAN SUKSES TERBENTANG

Suatu hari keledai milik seorang petani terjatuh ke dalam sumur. Sementara si petani sang pemiliknya memikirkan apa yang harus dilakukannya terhadap keledai tadi. Akhirnya dia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai. Ia kemudian mengajak tetangganya untuk membantunya. Mereka membawa skop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Si keledai menyadari apa yang terjadi. Dia meronta-ronta namun ia kemudian jadi diam. Setelah beberapa skop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya. Walaupun punggung si keledai terus ditimpa dengan tanah dan kotoran. Si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah. Lalu dia menaiki tanah tersebut. Si petani terus menuangkan tanah kotor itu ke atas punggung hewan itu namun si keledai juga terus menggoncang-goncangkan badannya. Dan kemudian melangkah naik akhirnya si keledai bisa meloncat dari sumur dan bisa melarikan diri.

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang senantiasa berharap hanya kepada Allah SWT, .. kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran serta masalah kepada kita. Maka cara untuk keluar dari sumur kesedihan dan masalah itu adalah dengan menjadikan kesediahan dan masalah tersebut menjadi tangga untuk keluar masalah dan kesedihan itu sendiri, jangan pernah benamkan masalah dan kesedihan dalam otak dan hati kita, tapi leparkanlah keluar lalu rakitlah menjadi tangga bersama orang-orang yang pandai merakit. Nah dalam usaha merakit itu jangan pernah menyerah dan berputus asa karena sikap menyerah dan putus asa itu adalah jenis barang dagangan Iblis yang paling laku keras.

Ada sebuah cerita anekdot yang realistis, Iblis ingin mengobral barang perkakas yang dimiliki. Semua perkakasnya dipajang di rak-rak. Ada barang yang bernama dengki, amarah, malas, tidak tau terima kasih, dendam. Ada suatu barang yang sederhana padahal barangnya sudah aus tapi harganya sangat tinggi. Namanya putus asa dan menyerah. Kenapa harganya mahal sekali ? Karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan sangat mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan alat lain. Begitu saya berhasil masuk ke dalam hati manusia, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap mereka. Barang ini menjadi sangat aus karena sering sekali saya pakai. Karena kebanyakan manusia tidak tau bahwa putus asa dan menyerah itu adalah dagangan kepunyaanku.

Silvester stallone memasarkan film Rocky ditolak 1855 kali.
Walt Disney ditolak 302 kali ketika mengajukan proposal Disneyland
Merry Curie sebelum menemukan elemen radium, penelitiannya gagal sebanyak 48 kali
Thomas Alfa Edison menciptakan bola lampu melakukan percobaan sampai 9999 kali
Rasulullah ketika melanjutkan kehidupan Islam di dunia. Dengan berbagai cara , beliau ditolak di Thoif , dicemooh, dicaci maki. Bahkan diembargo kebutuhan konsumsinya bertahun-tahun dan Beliau tidak pernah menyerah.
Berkaca dari kehidupan mereka

Kegagalan bukanlah konotasi yang negatif. Kegagalan justru dijadikan sebagai langkah untuk menuju kesuksesan. Seperti cerita si keledai, dia memanajemen masalah yang dijadikan sebagai batu pijakan baginya. Tanah yang seharusnya menguburnya malah dijadikan sebagai penyelamat baginya. Thomas Alfa Edison juga menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran. Thomas mengatakan,”Aku tidak gagal. Aku justru menemukan 9999 bahan yang tidak bisa dipakai untuk bahan lampu”.

Mengapa hari ini kita baru saja tanam cabe, besok sudah ingin memanen cabe, mengapa hari ini kita tanam lele besok kita sudah ingin makan lele, mengapa hari ini kita baru berbenah diri mendekati Allah yang Maha Suci besok kita sudah menagih banyak janji untuk segera ditepati.

Kegagalan itu satu hal wajar terjadi, Melihat seseorang memukul batu seratus kali, belum pecah juga. Kemudian dia melakukan pukulan ke 101 hingga batu itu pecah. Percayalah bukan pukulan ke 101 yang membuat batu itu pecah. Tapi sebenarnya 100 pukulan yang pertamalah yang membuat batu itu mudah dipecahkan. 100 kali itu ikhtiyar dan kesungguhan kita yang membuat Allah tersenyum iba lalu Allah melibatkan Dirinya diayunan yang ke 101 kali.

Kalau kita sukses, itu bukan karena kebetulan karena kita sukses pada saat ini. Namun sebenarnya buah dari jumlah kegagalan yang kita dapatkan. Thomas Webson mengatakan, ”Bila kau ingin meningkatkan kesuksesan kamu, maka tingkatkan juga angka kegagalan kamu”. Jadi kalau ingin sukses, banyak-banyak gagal. Mungkin kalimat ini terdengar lucu ? Maksudnya adalah kita harus banyak berusaha karena orang gagal itu berarti dia telah berusaha.

Kita kadang tidak menyadari bahwa menyerah ini termasuk bisikan syaithan. Ingatlah bahwa masalah bukan akhir dari segalanya. Tetaplah istiqomah ! Ingat .. orang hebat itu adalah orang-orang yang memberikan waktu yang lebih lama sedikit dibandingkan yang lain. Ketika orang lain sudah menyerah, dia tetap tekun dalam usahanya.

Allah SWT memberi KUNCI SUKSES dalam FirmanNYA “Maka sesungguhnya di balik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai ( satu project ) maka angkatlah ( project ) yang lain lagi. Dan kepada Tuhanmulah kamu berharap” ( Al-Insyiroh : 5-8 )

Sahabat, seringkali kita mendapat masalah yang cukup berat, bisikan syetan bertubi-tubi mendatangi kita dalam berbagai bentuk yang membuat kesabaran kita hilang dan Allahpun tidak kita libatkan lalu kita ambil jalan pintas, mendatangi Dukun, Paranormal, Guru Spiritual, Ustadz, Kiyai, Ajengan berharap kesaktian doa atau azimatnya agar masalah kita segera terselesaikan. Boleh saja kita minta didoakan oleh siapapun tapi jangan pernah menggantungkan harapan kepada mereka karena inilah factor yang membuat Tangan Allah tidak akan mau terlibat membantu menyelesaikan masalah kita, Oleh itu gantungkanlah segala harapan hanya kepada Allah SWT, PASTI semua akan selesai.


ISTANA SORGAKU; NASIB KITA DITANGAN KITA

NASIB KITA, ADA DITANGAN KITA

Petugas kebun binatang menangkap seekor gajah. Kemudian ke empat kaki gajah ini dibelenggu dengan rantai yang terbuat dari besi. Setiap hari, gajah berusaha melarikan diri. Namun setiap kali dia melompat, si gajah selalu terjatuh. Hal ini terjadi berulang-ulang. Sebulan kemudian, rantai besi itu dilepaskan dan diganti dengan tali rafia yang tipis. Menurut kita, apakah kali gajah bisa melarikan diri ? Ternyata gajah tadi tetap melompat dan tetap terjatuh seperti semula.

Apakah yang terjadi ? Bukankah gajah semestinya mampu dengan kekuatannya untuk memutus tali rafia tadi ? Jawabannya adalah ternyata waktu sebulan telah mampu membuat sketsa di otak gajah bahwa dia tidak mampu melarikan diri. Meskipun diikat dengan tali rafia namun di otaknya, dia merasa masih diikat dengan belenggu rantai.

Percobaan yang hampir mirip dengan cerita di atas dilakukan pada kutu loncat. Sebelum dia ditangkap, kutu loncat bisa melompat setinggi 300 kali lebih tinggi dari tinggi dirinya. Si kutu loncat ini dikurung di dalam kotak korek api. Pada bulan berikutnya, dia dibebaskan. Tebak, apa yang terjadi ?

Kali ini si kutu loncat hanya bisa melompat setinggi kotak korek api. Perhatikan, waktu sebulan telah menjadikan dia melupakan potensi besar yang telah dimilikinya.

Disadari atau tidak sesungguhnya dalam kehidupan, seringkali kita juga berada dalam kondisi yang serupa. Sketsa pikiran kita terperangkap dalam kotak korek api buatan kita sendiri. Terbelenggu dengan bayangan rantai yang kita ciptakan sendiri. Sehingga rantai-rantai itu membuat kita tidak berhasil untuk maju.

Rantai belenggu ini juga bisa berasal dari lingkungan kita. Sebenarnya kita mempunyai potensi yang luar biasa. Tapi teman-teman mencela ketika kita menunjukkan karya kita. Keluarga yang tidak mendukung akan kemampuan kita. Lambat laun akhirnya kita melupakan potensi besar yang kita miliki.

Beberapa Rantai Belenggu Kehidupan diantaranya :

1. Rantai Usia

Salah satu alasan yang sering digunakan untuk menolak amanah, tugas atau sebuah tantangan. "Aku masih terlalu muda, masih hijau .. masih banyak yang lebih tua dan berpengalaman." Atau sebaliknya. Merasa diri sudah tua. Biarkan yang muda yang berperan. Begitu biasanya alasannya. Sesaat kemudian dirinya pun mundur. Akhirnya menghalanginya untuk maju dan sukses.

Jika kita salah satu yang terbelenggu dengan rantai tersebut. Ada baiknya kita menyimak kesuksesan seseorang yang bernama Doktor Sayyid Muhammad Husein Thabathaba'i. Hafal Al-Qur'an dengan tafsirnya. Dalam kesehariannya, dia berbicara dengan bahasa al-Qur'an. Berasal dari Iran dan berhasil meraih gelar doktor honoris causa termuda di dunia pada usia 7 tahun. The Amazing Child, begitu orang-orang memanggilnya.

Hem .. saat usia 7 tahun kita ngapain ya ? Masih main kelereng kali ? Sementara pada umur yang sama Sayyid Husein telah bergelar Doktor !

Banyak cerita sukses lainnya, usia muda atau usia tua tidak mampu menghalangi mereka untuk mencetak prestasi.

2. Rantai Pendidikan

"Aku hanya S-1", "Aku tidak tamat SMA", dan lain sebagainya menjadi alasan kita menjadi seorang yang biasa-biasa. Padahal kita punya potensi luar biasa.

Perjalanan hidup Andrie Wongso bisa kita jadikan inspirasi. Pada saat kelas 6 SD, Andrie putus sekolah karena sekolah Tionghoanya ditutup Pemerintah Orde Baru. Untuk bertahan hidup, dia berjualan kue di pasar dan toko di Malang. Siapa sangka keuletannya membuahkan hasil. Kini dia dinobatkan sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Diapun bangga dengan gelarnya yang agak asing di telinga kita. Andrie Wongso SDTT TBS .. Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses !!, di Zaman Nabi SAW tidak ada satu sahabatpun yang bergelar Doktor atau Profesor bahkan Nabi sendiripun tidak, Beliau-Beliau hanya Home Schooling bersama Nabi tetapi sukses membawa Visi Kehidupan yang gemilang.

3. Rantai Nasib

Pernahkah kita bercermin ? Kemudian beberapa saat, kita menghela nafas panjang .. kecewa dengan jeleknya wajah dan penampilan kita ? kita tidak perlu sakit hati. Karena kesuksesan tidak mensyaratkan peraihnya berwajah ganteng atau cantik. Setidaknya Tukul Arwana dan Sule telah membuktikannya !, di Zaman Nabi SAW ada Bilal bin Rabah mantan Budak yang hitam legam berhasil sukses sebagai salah satu sahabat Nabi yang dijamin masuk Sorga.

4. Rantai Kesehatan

Bagi sebagian orang, menyerah karena keterbatasan fisik atau kesehatan adalah hal yang wajar. Mereka berhak untuk dikasihani karena ketidaksempurnaannya. Tapi bagi mereka yang bermental pejuang, tak ada satupun yang mampu membelenggunya. Selama raga masih ada, selama itu pula derap perjuangan akan terus dilangkahkan.

Setidaknya untuk orang seperti Syaikh Ahmad Yasin, Sang Pemimpin Hamas. Beliau sangat ditakuti oleh Israel. Hingga kematian beliau dianggap sebagai salah satu puncak kemenangan mereka. Padahal beliau adalah seorang yang tua renta berkursi roda. Bicaranya pun terbata-bata.

Namun, bertolak belakang dengan keadaan fisiknya. Justru dalam keterbatasan itulah, beliau mampu menjadi poros penggerak utama perjuangan rakyat Palestina. Beliau dengan suara yang terbata-bata mampu menggerakkan ribuan pemuda Palestina untuk melakukan serangan Intifadhoh. Serangan yang kini dikenang dunia sebagai lambang perlawanan abadi tanpa henti melawan kebiadaban Israel. Lelaki tua renta ini, dari kursi rodanya .. mampu membuat para pemimpin Israel tidak bisa tidur nyenyak karena perasaan tidak amannya. Allahu Akbar !!

lalu bagaimana dengan kita ??

Menyimak cerita sebagian orang-orang yang luar biasa tadi, semestinya tidak kita sikapi dengan rasa kagum yang berlebihan. Justru harusnya menjadi pemacu semangat kita dalam meraih prestasi.

Seorang Husein Thobathaba'i yang masih sangat muda bisa mendapat gelar doktor .. kenapa kita yang lebih senior tidak ! Andrie Wongso yang tidak tamat SD bisa jadi motivator ulung .. harusnya kita juga mampu ! Tukul Arwana yang terbilang hidupnya kurang beruntung bisa sukses .. kenapa kita yang terlahir dengan nasib yang lebih baik tidak bisa ?? Lalu kenapa kita yang terlahir sempurna malah stagnan seperti ini sedangkan Syaikh Yassin yang cacat mampu meraih prestasi gemilang ??

Rantai sadar atau tidak sadar yang membelenggu kita harus segera kita musnahkan. Ketahuilah bahwa rantai itu sifatnya maya. Kadang-kadang buatan kita sendiri seperti rasa malas, merasa tidak cukup diberi waktu, merasa belum cukup umur, masih ingin happy-happy dan banyak lagi yang lain

Cara menghancurkannya adalah dengan membuat daftar belenggu yang ada pada diri kita secara jujur. Sehingga kita bisa menghancurkannya. Membuang jauh-jauh rantai gajah dan kotak korek api yang memenjarakan kita. Bersiaplah untuk melakukan perjalanan menuju realita kesuksesan.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” ( Q.S : Ar-Ra’du : 11 )

Sahabat, Tanamlah gagasan, petiklah tindakan. Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan. Tanamlah kebiasaan, petiklah karakter. Tanamlah karakter, petiklah nasib. Dimulai dari gagasan yang kita wujudkan dalam tindakan, kemudian tindakan itu kita lakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang kita lakukan berkali-kali akan menjelma menjadi karakter, dan karakter inilah yang akhirnya mengantarkan kita kepada nasib. Jadi nasib kita, kita sendirilah yang menentukan. Nasib kita ada di tangan kita. So… Allways to a way unlimited success together with Rumah Yatim Indonesia, please clickhttp://www.rumah-yatim-indonesia.org

ISTANA SORGAKU; SANG PEMBUNUH

SANG PEMBUNUH

Pisau kecil sepanjang 30 cm yang berlumuran darah itu masih digenggamannya, wajahnya seram jantungnya berdetak kencang hingga tak seorangpun berani mendekat, ya… ia Sang Pembunuh yang telah merenggut 99 nyawa orang. Ia terus berjalan dengan pandangan kosong kedepan namun ternyata hati kecilnya bicara “ aku ingin tobat, masihkan Allah menerimaku di sisiNYA ? “ itulah pertanyaan yang terus ia ulang-ulang tanpa seorangpun mendengarnya.
Akhirnya sang Pembunuh ini memutuskan untuk curhat kepada Sang Ulama dan bercerita tentang masa lalunya yang kelabu itu. Ia mengutarakan maksudnya untuk bertaubat dan menjadi orang yang lebih baik. iapun bertanya, “ Aku ingin tahu, apakah Allah masih mau mengampuniku??

Sang Ulama ini rupanya belum cukup banyak belajar. Ia menjawab, “ Mana mungkin, kamu sudah sejahat itu akan diampuni, nerakalah yang pantas buat orang seperti kamu “. “ Kalau begitu, lebih baik kau juga kubunuh saja sekalian” . ujar si Pembunuh, Ia pun membunuh Ulama itu. Kemudian ia berjalan dan menemui Ulama yang lain. Ia mengatakan telah membunuh seratus orang. “ Aku ingin tahu, apakah Allah akan mengampuniku jika aku bertaubat? tanyanya,
Ulama kedua ini lebih bijak dari yang pertama. Ia menjawab, “ Tentu saja kau akan diampuni. Bertaubatlah sekarang juga. Aku hanya punya satu nasihat untukmu; jauhilah teman-temanmu yang suka bermaksiat dan bergabunglah dengan orang-orang yang saleh, karena teman yang suka maksiat itu akan mendekatkan kamu kepada dosa dan neraka “.

Orang itu lalu bertaubat dan menyesali dosa-dosanya. Ia menangis memohon ampunan Tuhan. Kemudian ia pun HIJRAH menjauhi teman-temannya yang suka maksiat dan pergi mencari perkampungan tempat orang-orang saleh tinggal. Namun ketika ia berada di perjalanan, ajalnya tiba.

Malik, Malaikat Penjaga Neraka, dan Ridwan, Malaikat Penjaga Surga, sama-sama datang untuk menjemput ruhnya. Malik berkata bahwa orang itu adalah pendosa besar dan tempatnya di neraka jahanam. Tetapi Ridwan juga mengklaim bahwa orang itu layak masuk surga. Malaikat Ridwan berkata, Orang ini bertaubat dan telah memutuskan untuk menjadi orang baik. Ia sedang menempuh perjalanan ke kampung tempat tinggal orang-orang saleh ketika ajalnya tiba.
Kedua malaikat itu pun berdebat. Jibril datang untuk menyelesaikan masalah. Setelah mendengar pernyataan dari kedua malaikat, Jibril memutuskan, Ukur jaraknya. Jika tanah tempat mayatnya berada lebih dekat kepada orang-orang saleh, maka ia masuk surga; namun jika letak mayatnya lebih dekat kepada orang-orang jahat, ia harus masuk neraka.

Karena mantan Pembunuh itu baru saja meninggalkan tempat kemaksiatan, ia masih terletak dekat sekali dengan tempat itu. Tetapi karena ia bertaubat dengan amat tulus, Tuhan memindahkan tubuhnya dari tempat ia meninggal ke dekat perkampungan orang saleh. Dan hamba yang bertaubat itu pun diserahkan ke dekapan malaikat penjaga surga.

Allah Berfirman dalam Hadits Qudsi “ Jika hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, Aku akan mendekatkan diri kepadanya satu depa. Apabila dia kembali kepada-Ku sambil berjalan Aku akan menyambutnya sambil berlari “.

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang disayang Allah, sebesar apapun dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan, Allah masih senantiasa membuka pintu taubat dan pintu SorgaNYA ketika kita benar-benar menyesali diri dan berjanji untuk menghidar dan tidak akan melakukan kebiasaan maksiat kita.

Seberapa nikmat dan bahagianya sih ketika kita melakukan maksiat ? mengapa tidak kita coba anggaran kemaksiatan itu kita alokasikan untuk kegiatan MEMBERI & MEMBAHAGIAKAN anak istri kita, keluarga kita dan orang-orang disekitar kita yang kurang beruntung kehidupannya ? kita akan merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang luar biasa, pasti !. lalu seberapa lama sih kita mampu melakukan maksiat itu ? setahun, 5 tahun, atau seumur hidup? Tahukah kita berapa lama kita masih diberi kesempatan hidup ? jangan-jangan besok atau lusa kita sudah dead ? ah betapa rugi dan celaknya kita kalo itu terjadi

Sahabat, ternyata kegiatan MEMBUNUH itu tidak hanya menghabisi nyawa orang, kita sering kali membunuh tanpa sadar, kita sangat hafal dengan pepatah “ Lidah itu lebih tajam daripada Pedang “ yang selaras dengan ayat “ Fitnah itu lebih kejam daripada Pembunuhan “.

Dengan lidah kita seringkali tanpa sadar kita telah MEMBUNUH KARAKTER anak-anak kita sendiri, anak asuh dan anak didik kita dan orang-orang disekitar kita yang menurut kita bisa menjadi pesaing kesuksesan kita. Dengan caci makian, fitnahan, gosib, adu domba dan cibiran yang membuat seseorang terbunuh karakter dan psikologinya, orang tersebut menjadi pesimis, stagnan, stress kehilangan pekerjaan dan jabatannya bahkan terjerumus ke dunia hitam yang mendekatkan dirinya kepada kematian yang sesungguhnya.

Bukan hanya itu Sistempun bisa menjadi alat pembunuh yang sangat dahsyat, Sistem Pendidikan Formal kita telah membunuh Intelektual, Kompetensi dan Kejujuran anak-anak kita, Sistem Birokrasi ? Sistem Ekonomi?, Sistem Politik?, Sistem Perbankan ? duh rasanya gak perlu kita bicarakan karena sangat menyakitkan dan bisa jadi akan membunuh kita, lebih baik kita perbaiki Keyakinan kita akan kemahakuasaan Allah SWT yang mampu membalik kegelapan menjadi terang benderang, lebih baik kita perbaiki kesadaran kita bahwa kita akan meninggalkan dunia yang sementara ini menuju sebuah kehidupan yang lebih indah dan luar biasa nikmatnya yang harus kita perjuangan dengan segala potensi yang telah kita peroleh selama numpang dan ngemper di dunia ini.

"Bersegeralah kalian menuju ampunan dari Tuhan kalian dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa". "(yaitu) orang-orang yang menginfakan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." ( Ali Imron : 133-134 )

So… jangan pernah berhenti mengabadikan yang tersisa, karena bisa jadi yang tersisa itulah yang akan menyelamatkan dan mengantar kita ke sebuah ISTANA SORGA yang penuh dengan segala kenikmatan, amin. http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

LENTERA HATI : KETIKA KITA HARUS MEMILIH

Pada suatu kelas extention, seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang
sudah berumah tangga.
"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."
Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.
Dosen: ”Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis !”
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.
Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”
Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.
Dosen: ”Silahkan Coret 2 lagi !”
Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman-teman kantornya.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”
Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.
Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba tiba Dosen Berkata : ”Silahkan Coret 1 lagi !”
Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 lagi !”
Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu mahasiswa itupun menangis
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?”
Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswa tersebut.
Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya."
Rugi dan binasalah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka.
Karena isteri inilah yang telah memberikan segalanya.
Dia telah memberikan kita anak, mengurus rumah, keuangan.
Menyiapkan makanan, baju dan menjadi penghibur kita .
Dan dia akan tetap setia menemani dan mengurus kita sampai ajal menjemput, walaupun yang lain telah pergi dengan urusannya.
Biarpun tak secantik bintang, tetapi dia adalah isterimu.
Dan dialah yang halal untukmu.
Sayangi dan syukuri…..
Firman Allah :
"Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang patut. Kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikannya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisaa:19)
Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Janganlah seorang mukmin membenci mukminah, jika ia tidak suka salah satu akhlaq (istri)nya, ia menyukai daripadanya akhlaq yang lain” –atau beliau bersabda ; “sesuatu yang lainnya”. (HR.Muslim)
Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda :”Berwasiatlah kepada wanita dengan baik, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka apabila kamu langsung meluruskannya maka kamu telah mematahkannya. Dan apabila kamu membiarkannya, maka dia akan bengkok selamanya, maka berpesan-pesanlah kepada wanita”. (HR.Bukhari-Muslim)
”Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya (secara paksa) maka kamu mematahkannya, dan jika kamu mencari kepuasan daripadanya maka kamu akan mendapatkannya, dan padanya tetap ada yang bengkok”. (HR.Bukhari-Muslim)
Dari Abddullah Ibn Umar Ibn Al-Ash ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Dunia ini adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah”. (HR.Muslim)

ISTANA SORGAKU; SANG PELACUR

SANG PELACUR

Sabda Nabi SAW : "Pahalamu Tergantung Kepayahanmu."


Pada zaman kenabian Isa as, banyak terjadi kerusakan karena ulah Kaisar Romawi yang zalim. Kelaparan dan kemiskinan merajalela di negeri palestina. Berbagai cara dilakukan oleh rakyat terutama para kaum miskin untuk melawan kelaparan dan kemiskinan itu. Seorang ibu terpaksa menjual anaknya seperti menjual pisang goreng. Perampokan, Pembunuhan, Penganiyaan tak kenal peri kemanusiaan lagi.
sementara ketika Nabi Isa menyampaikan dakwahnya kepada rakyat, Rentara romawi selalu mengejar-ngejar Beliau.

Sesekali nabi isa mengumpulkan para orang miskin itu, dan membagi-bagikan roti dan gandum kepada mereka. Namun tak urung para tentara romawi terus menggusur dan menganiaya mereka. Kehidupan rakyat sudah benar-benar tak menentu. Laki-laki banyak sekali yang meninggalkan rumah dan keluarga mereka, entah pergi kemana. Pelacuran Tumbuh dimana-mana, setiap orang harus mempertahankan dirinya dari serangan lapar.


Suatu ketika terlihat seorang perempuan muda berjalan serseok-seok seolah menahan rasa letih. Sudah terlalu jauh ia menyusuri sepanjang jalan, untuk mencari sesuap nasi.
Menawarkan diri kepada siapa saja yang mau, meski dengan harga yang murah, perempuan muda itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya Kuyu di guyur penderitaan panjang.
Ia tidak memiliki keluarga, kerabat, ataupun sanak saudara lainya. Orang-orang sekelilingnya menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya.


Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman dan penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah. Segala ejekan dan cacimaki manusia diabaikanya. Ia berjalan Dan Berjalan, seolah tiada pemberhentianya. Ia tak pernah yakin, perjalananya akan berakhir. Tapi ia terus berusaha melenggak-lenggok untuk menawarkan diri. Namun sepanjang itu Sunyi saja, sementara panas masih terus membakar dirinya.
Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun tak seorangpun juga yang mendekatinya. Lapar dan Haus terus menyerangnya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yang terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Betapa lapar dan hausnya dia.


Akhirnya sampailah ia disebuah desa yang sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan lacur itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yang bertebaran di udara. Kepalanya sudah mulai terayun-ayun dibalut kesuraman wajahnya yang kuyu.
Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat itu. Ia Melihat sebuah sumur di batas desa yang sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering yang rusak di sana-sini. Pelacur itu berhenti di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yang sangat letih. rasa hauslah yang membawa ia ke tepi sumur tua itu.


Sesaat ia menjengukan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas air memantul dari permukaanya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yang curam?
Perempuan itu kembali terduduk. Tiba-tiba ia melepaskan stagenya yang mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu di julurkanya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yang hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia.
Air yang tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen perlahan-lahan agar tidak tumpah, namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang.


Ketika dia menoleh, di lihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk kedalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yang sangat.. Sepercik air kotor itu sudah ada di dalam sepatunya. kemudian dia akan meneguknya, Anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih. Pelacur itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si Anjing memandangi air yang berada di dalam sepatu.
lalu perempuan itu meregukan air yang hanya sedikit itu ke dalam mulut sang anjing, dan perempuan itu pun seketika terkulai roboh sambil tanganya memegan sepatu.

Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang Anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal telah mereguk air yang semula akan direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar meninggal.

Para Malaikatpun turun kebumi menyaksikan jasad sang pelacur. Malaikat Raqib dan Atib sibuk mencatat-catat, sementara malaikat Malik dan Ridwan saling berebut. malik, si penjaga neraka sangat ingin membawa perempuan pelacur itu ke neraka.

Sementara Ridwan, si penjaga Syurga, mencoba mempertahankanya. Ia ingin membawa pelacur itu ke syurga. Akhirnya persoalan itu mereka hadapkan kepada ALLAH SWT. ”Ya Allah, sudah semestinya pelacur itu mendapat siksaan di neraka, karena sepanjang hidupnya menentang larangan Mu. ” kata Malik.
”Tidak ! ” bantah Ridwan. Kemudian Ridwan berkata kepada Allah, ” Ya Allah, bukankah hambaMu si pelacur itu termasuk seorang wanita yang ikhlas melepaskan nyawanya daripada melepaskan nyawa Anjing yang kehausan, sementara ia sendiri rela kehausan yang amat sangat?”

Mendengar perkataan Ridwan, Allah lalu berfirman, ” Kau benar, wahai Ridwan, wanita itu telah menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi mahlukKu yang lain. Bawalah ia ke syurga, Aku meridhoinya..”
Seketika malaikat Malik kaget dan terpana mendengar Firman Allah itu, sementara malaikat Ridwan merasa Gembira. Ia pun membawa hamba Allah itu memasuki surga. lalu Bergemalah suara takbir, para malaikat berbaris memberi hormat kepada wanita, sang hamba Allah yang ikhlas itu.

Sabda Rosulullah SAW :
“ dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa di suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing, anjing tersebut mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan, maka kemudian wanita tersebut mencopot sepatunya dan memberi minum anjing tersebut. Allah pun kemudian mengampuni dosa-dosa pelacur itu “ ( HR.Bukhori Muslim )

"Orang-orang yang penyayang pasti di sayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu."

"Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan di sayangi".

Subhaanallah betapa sanyangnya Allah SWT terhadap hamba-hambanya walau ia sudah berlumuran dosa, oleh itu janganlah kita terlalu cepat menghakimi, Allah Maha Tahu atas segala yang kita perbuat dan Allah Maha Adil dalam menghukum.