Monday, December 31, 2012

Kasih Sayang Alloh

KASIH SAYANG ALLAH

Alangkah dekatnya Tuhanmu kepada dirimu, sedangkan engkau tak mau mendekati-Nya.

Alangkah cintanya Dia kepadamu, sedangkan engkau tak mau mencintai-Nya.
Alangkah besarnya kasih sayang-Nya kepadamu, sedangkan engkau melupakan kasih-sayang-Nya.

Sesungguhnya Ia telah berkata dalam hadits qudsi:

"Aku menuruti keyakinan (sangka) hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu menyertainya bila ia mengingat-Ku. Maka jika ia mengingat Aku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya di dalam diri-Ku, dan jika dia mengingat-Ku ketika dia sedang berada di tengah-tengah khalayak ramai, niscaya Kuingat dia di dalam kumpulan orang yang lebih baik daripada mereka itu. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dan dalam hadits qudsi yang lain:

"Wahai anak Adam! Berdirilah engkau untuk mendekati Aku niscaya Aku akan berjalan mendekatimu, dan berjalanlah untuk mendekati-Ku niscaya Aku akan berlari mendekatimu." (HR. Ahmad)

Rasulullah Shallahu alaihi wassalam bersabda:

"Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla membuka tangan-Nya pada waktu malam, supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada siang hari, dan Ia membuka tangan-Nya pada waktu siang supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada malam hari. Begitulah hingga matahari terbit dari barat (kiamat)." (HR. Muslim)


Yang demikian itu menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang melebihi kasih ibu kepada anak tunggal yang disayanginya. SubhanAllah.

Doa Memohon Hidayah dan Kekayaan

DOA MEMOHON HIDAYAH DAN KEKAYAAN

Abdulloh bin Mas'ud radhiyallahu'anhu berkata:

Biasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a:

Allaahumma innii as'aluka hudaa wattuqaa wal 'afaafa walghinaa

Ya Allah  saya mohon kepada-Mu hidayah, jiwa taqwa, kesopanan dan kekayaan


(HR. Muslim)

Tradisi Meniup Terompet di Tahun Baru

Tradisi meniup terompet ini pada
mulanya merupakan cara orang-
orang kuno untuk mengusir setan.
Orang-orang Yahudi belakangan
melakukan hal itu sebagai kegiatan
ritual yang dimaknai sebagai
gambaran ketika Tuhan
menghancurkan dunia. Mereka
melakukan ritual meniup terompet
ini pada waktu perayaan tahun baru
Yahudi, Rosh Hashanah, yang
berarti "Hari Raya Terompet", yang
biasa jatuh pada bulan September
atau Oktober. Bentuk terompet
yang melengkung melambangkan
tanduk domba yang dikorbankan
dalam peristiwa pengorbanan Isaac
(Nabi Ishaq dalam tradisi Muslim).
Hal ini sangat berbeda dengan
ajaran Islam yang menetapkan
bahwa Nabi Ismail-lah, saudara Nabi
Ishaq, yang diminta Allah untuk
dikorbankan.
Bunyi terompet yang bersahut-
sahutan biasanya belum lengkap jika
tidak diikuti dengan pesta petasan
dan kembang api. Sebagaimana
membunyikan trompet, tradisi ini
merupakan ritual untuk mengusir
setan di dalam tradisi bangsa Cina.
Selain itu, petasanjuga dipercaya
dapat mendatangkan
keberuntungan.
Tidak seperti tradisi dalam agama
dan kebudayaan lain, Islam tidak
pernah menjadikan tahun baru
sebagai sebuah hari raya, termasuk
tahun baru Hijriah sekalipun. Meski
di Indonesia, tahun baru Hijriah
merupakan hari libur nasional, tetapi
kedudukannya tetaplah bukan hari
raya. Jika Islam sendiri tidak pernah
merayakan tahun baru , maka
mengapa umat Islam turut pula
merayakan perayaan yang
sebenarnya merupakan tradisi
agama-agama lain? Bukankah Nabi
saw. telah mengingatkan bahwa
mereka yang ikut-ikut tradisi suatu
kaum, maka ia termasuk dalam
golongan kaum itu?

dika